DOWNLOAD DOWNLOAD

ANAK KULIAH DIGERAYANGI TUKANG BECAK

PUSAT JUDI ONLINE TERPERCAYA : Riska adalah seorang mahasiswa manajemen negeri terkemuka dikota S. Gadis yang berusia 22 tahun ini memiliki tubuh yang sekal dan padat, kulitnya putih. Rambutnya tergerai lurus sebahu, wajahnya juga lumayan cantik

Dia adalah anak bungsu dari 3 bersaudara, ayahnya adalah seorang pejabat yang kini bersama ibunya tengah bertugas ibukota, sedang kakak-kakaknya tinggal diberbagai kota dipulau jawa, karena keperluan pekerjaan. Maka tinggallah riska seorang diri dirumah tersebut, terkadang dia juga ditemani oleh sepupunya yang mahasiswi dari sebuah universititas yang ternama juga. Pusat Judi Online Terpercaya

Sebagai seorang mahasiwa yang mengikuti trend masa kini, riska sangat gemar memakai pakaian yang serba ketat dikenakannya sehari-hari. Rok abu abu yang tingginya beberapa senti diatas lutut sudah cukup menyingkapkan kedua pahanya yang putih mulus, dan ukuran roknya yang ketat itu juga memperlihatkan lekuk bodu tubuhnya yang sekal menggairahkan.

Penampilannya yang aduhai ini tentu mengundang pikiran buruk para laki-laki, dari yang sekedar menikmati kemolekan tubuhnya sampai yang berhasrat ingin menggagahinya. Salah satunya adalah Parno, si tukang becak yang mangkal didepan gg rumah Riska. Parno, pria berusia 40 tahunan itu, memang seorang pria yang berlibido tinggi, tititnya sering naik tak terkendali apabila melihat gadis-gadis cantik dan seksi melintas dihadapannya.

Sosok pribadi Riska memang cukup supel dalam bergaul dan sedikit genit termasuk kepada parno yang sering mengantarkan riska dari jalan besar menuju kediaman riska yang masuk ke dalam gang.

suatu sore, Riska pulang dari kuliah. Seperti biasa parno mengantarnya dari jalan raya menuju ke rumah. Sore itu suasana agak mendung dan hujan rintik-rintik, keadaan disekitar juga sepi, maklumlah daerah itu berada dipinggiran kota YK. Dan parno memutuskan saat inilah kesempatan terbaiknya untuk melampuaskan hasrat birahinya kepada Riska. Ia telah mempersiapkan segalanya, termasuk lokasi tempat dimana riska nanti akan dikerjai. Parno sengaja mengambil jalan memutar lewat jalan yang lebih sepi, jalurnya agak jauh dari jalur yang dilewati sehari-hari karena jalannya memutar melewati area pekuburan.

"Lho koq lewat sini Pak?" tanya Riska.

"Di depan ada kawinan, jadi jalannya ditutup". bujuk Parno sambil terus mengayuh becaknya.

Dengan sedikit kesal Riska pun terpaksa mengikuti kemauan Parno yang mulai mengayuh becaknya agak cepat. Setelah sampai lokasi yang telah direncanakan Parno, yaitu di sebauh bangunan tua di tengah area pekuburan, tiba-tiba Parno membelokkan becaknya masu kkedalam gedung tua itu.

"Lho kenapa masuk sini Pak?". tanya Riska.

"Hujan..", jawab Parno sambil menghentikan becaknya tepat ditengah-tengah bangunan kuno yang gelap dan sepi itu. dan memang hujan pun sudah turun dengan derasnya.

Bangunan tersebut adalah bekas pabrik tebu yang dibangun pada jaman belanda dan sekarang sudah tidak dipakai lagi, paling-paling sesekali dipakai untuk gudang warga. Keadaan seperti ini membuat Riska menjadi semakin panik, wajahnya mulai terlihat was-was dan gelisah.

"Tenang.. Tenang.. Kita santai dulu disini, daripada basah-basahan sama air hujan mending kita basah-basahan keringat..". Ujar Parno sambil menyeringi turun dari tempat kemudi becaknya dan menghampiri Riska yang masih duduk didalam becak. Bagai tersambar petir Riskapun kaget mendengar ucapan Parno tadi." A.. Apa maksudnya Pak?" , tanya Riska sambil terbengong-bengong " Non cantik, kamu mau ini"? Parno tiba-tiba menurunkan celana komprangnya, mengeluarkan penisnya yang telah mengeras dan membesar. Riska terkejut setengah mati dan tubuhnya seketika lemas ketika melihat pemandangan yang belum pernah dia lihat selama ini.

"J.. Jangan Pak.. Jangan.." minta Riska dengan wajah yang memucat.


Sejenak Parno menatap tubuh Riska yang menggairahkan, dengan posisinya yang duduk itu tersingkaplah dari balik rok abu-abu kedua paha Riska yang putih bersih itu, Kaos kaki putih setinggi betis menambah keindahan kaki gadis itu. Dan dibian atasnya, kedua buah dada ranum nampak menonjol dari balik baju nya yang berukuran ketat.


"Ampon Pak.. Jangan Pak..", Riska mulai menangis dalam posisi duduknya sambil merapatkan badan kesadaran becak, seolah ingin menjaga dengan Parno yang semakin mendekati tubuhnya.


Tubuh Riska mulai menggigil namun bukan karena dinginnya udara saat itu, tetapi tatkala dirasakannnya sepasang tangan yang kasar mulau menyentuh pahanya. Tangannya secara refleks berusaha menahan tangan Parno yang mulai menjamah paha Riska, tapi percuma saja karena kedua tangna parno dengan kuatnya memegang kedua paha riska.


"Oohh.. Jangan.. pak.. Tolong.. Jangan..". Riska meronta-ronta dengan menggerak-gerakkan kedua kakinya. Akan tetapi Parno malahan semakin menjadi-jadi, dicengkeramnya erat-erat kedua paha Riska itu sambil merapatkan badannya ke tubuh Riska.

Riska pun menjadi mati kutu sementara isak tangisnya menggema didalam ruangan yang mulai gelap dan sepi itu. Kedua tangan kasar Parno mulai bergerak mengurut kedua paha mulus itu hingga menyentuh pangkal paha riska. Tubuh Riska menggeliat ketika tangan Parno mulau menggerayangi bagian pangkal paha Riska, dan wajah riska menyeringai ketika jari-jarinya parno mulai menyusup masuk kedalam celana dalamnya.

"Iih..", pekikan Riska kembali menggema diruangan itu disaat jari parno yang masuk kedalam laing Vaginanya.

Tubuh Riska menggeliat kencang disaat itu mulau menggorek-ngorek lubang kewanitaannya. Desah nafas Parno semakin kencang, Dia nampak sangat menikmati adegan 'pembuka' ini. Ditatapnya wajah Riska yang megap-megap dengan tubuh yang menggeliat-liat akibat jari tengah parno yang menari-nari dalam lubang kemaluannya.

"cep.. cep.. cep..", terdengar suara dari bagian selangkang Riska. Saat ini lubang kemaluan riska telah banjir olah cairan kemaluannya yang mengucur membasahi selangkangan dari jari Parno.

Puas dengan adengan 'Pembuka' Parno mencabut jarinya dari luabng kemaluan Riska, Riska nampak terengah-engah, air matanya meleleh membasahai pipinya.

Parno kemudian menarik tubuh Riska turun dari becak, gadis itu dipeluknya erat-erat, kedua tangannya meremas-remas pantat gadis itu yang sintal sementara riska hanya bisa terdiam pasrah, detak jantungnya terasa disekujur tubuhnya yang gemetaran itu. Parno juga menikmati wanginya tubuh riska sambil terus meremas remas pantat riska.

Sampai disini dulu yah guys bersambung!